Hijab Swimming Pool di Bandung

Yeay..akhirnya kemarin tanggal 18 Februari 2017 kesampaian juga nyobain kolam renang khusus wanita ‘Hijab Swimming Pool’. Kolam renang ini terletak satu area dengan Floating Market Lembang di Jl. Grand Hotel No 33E Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

Goggle mapsnya disini : https://goo.gl/maps/ttFDMzJER8K2

Harga tiket masuknya adalah Rp.50.000,- dengan jam buka mulai pukul 09.00-19.00 untuk weekday dan 08.00-20.00 untuk weekend.

Kolam renang yang khusus perempuan ini ada di dalam ruangan atau indoor. Untuk menyimpan barang berharga kita, ada loker yang dilengkapi anak kunci yang bisa kita gelangkan di tangan saat berenang. Di samping kolam juga terdapat mushola.

Saya suka dengan toilet dan kamar bilasnya yang bersih. Di kamar bilasnya terdapat 3 buah gantungan untuk menggantung baju ganti atau handuk, dan 1 rak kecil di bawah shower untuk meletakkan peralatan mandi. Untuk showernya tersedia kran air panas dan kran air dingin, jadi tidak khawatir kedinginan saat mandi.

Di samping kolam ada kursi-kursi nyaman untuk bersantai setelah lelah berenang atau untuk pengunjung yang tidak ikut berenang.

Kolam renangnya memiliki air yang sedikit hangat, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, jadi nyaman sekali berenang di dalamnya. Kedalaman kolam mulai dari 120 cm hingga 140 cm.

Foto-foto kolamnya seperti ini :

img_0341

 

img_0345

Kursi-kursi di samping kolam untuk bersantai

 

img_0343

Loker untuk menyimpan barang berharga. Dilengkapi kunci yang bisa kita bawa sebagai gelang selama berenang

img_0344

Mushola di samping kolam

Selain kolam khusus wanita ini, terdapat juga kolam umum yang berupa infinite pool dengan pemandangan langsung ke Floating Market di bawahnya. Ngga perlu khawatir kepanasan saat berenang disini meskipun kolam ini outdoor, karena ada kanopi yang menutupi sebagian besar kolam. Kolam disini ada dua jenis yaitu 60 cm untuk anak-anak, dan 120 cm untuk umum. Seperti di kolam khusus wanita, air kolam disini juga sedikit hangat, jadi ngga bikin kedinginan saat berenang di tengah suasana Lembang yang sejuk.

Foto-foto infinite poolnya seperti ini :

img_0355img_0353img_0350img_0349img_0348

img_0347

Pemandangan kolam mengarah ke Floating Market di bawahnya

img_0346

So far, puas banget berenang disini. Dengan harga yang terjangkau, fasilitas yang lengkap dan pemandangan yang kece saat berenang, this pool is absolutely worth the money.

Advertisements

Mushola di Haneda

Buat teman-teman yang hobi jalan-jalan, tempat sholat adalah yang penting untuk dicari terutama saat mengunjungi negara-negara dengan jumlah muslim minoritas. Memang Islam bukan agama yang mempersulit, semua hamparan bumi, kecuali toilet, bisa menjadi tempat sholat kita, tapi alangkah lebih nyaman jika kita menemukan masjid atau mushola saat perjalanan.

Kalau kamu main ke Tokyo dan terbang melalui bandara Haneda, ada mushola atau prayer room yang disediakan di bandara tersebut, tepatnya di lantai 3 bandara Haneda. Bentuknya dari luar seperti ini :

IMG_2059

Untuk masuk ke mushola ini pun cukup unik. Kamu harus memencet tombol di sebelah kanan pintu itu. nanti ada operator yang bertanya, dan kamu cukup menjelaskan dalam bahasa Inggris kalau kamu mau masuk ke prayer room. Nanti pintu akan langsung terbuka. Hebatnya lagi, petugasnya itu stand by 24 jam lho. Kami saat itu sholat sekitar jam 12 malam setelah landing, kemudian sekitar jam 3 atau 4 pagi untuk sholat subuh. Ga ada tuh namanya petugasnya males-malesan atau bahkan ga menjawab hehe. Oh ya, kenapa harus pakai petugas begitu, kemungkinan sih biar ga ada yang tidur dalam mushola kali ya.

Begitu masuk, di sebelah kanan, ada tempat wudhu kecil yang cukup untuk satu orang. Bentuknya seperti ini :

IMG_0381

Setelah selesai wudhu kamu bisa langsung ke tempat sholatnya yang bentuknya seperti ini :

IMG_0380

Mushola ini ber-AC juga jadi sangat nyaman. Sebenarnya prayer room di bandara ini ada 2 dan letaknya pun bersebelahan. Tapi saya tidak mencoba mushola yang sebelahnya. kalau dari luar sih bentuknya sama. Mungkin karena ini adalah hasil renovasi dari ruangan sebelumnya jadi bentuknya bukan 1 mushola besar tapi jadi 2 mushola dengan ruangan yang berbeda.

Oh ya, karena waktu itu kita sampai di Haneda kemaleman dan belum bisa melanjutkan perjalanan langsung ke Tokyo, kami bermalam di bandara. Di depan prayer room ini banyak bangku-bangku panjang yang bisa digunakan untuk tidur, bentuk kursinya seperti ini :

IMG_5588

Photo Credit to : Rizal Sehapudin Aziiz

PS: abaikan foto teman saya yang hobi difoto :p

Untuk keamanan, jangan khawatir, ada petugas keamanan yang keliling terus tanpa kenal lelah. Contohnya begini :

IMG_5599

Tapi kalau teman saya malah ga bisa tidur karena petugasnya mondar-mandir melulu. kalau saya sih efek antimo, jadi langsung pules di kursi itu zzzzzzzzz…. kumpulin tenaga dulu buat 5 hari ke depan exploring Tokyo ya ^o^

 

Terima Kasih Ibu…

ID-100111826

Kau terbangun paling pagi, bahkan sebelum fajar menyingsing

Kau siapkan sarapan sekaligus makan siang untuk suami tercinta dan putra-putrimu, agar mereka tidak lapar nanti

Kemudian kau berdandan sederhana untuk segera berangkat ke tempat kerja, memakai motormu yang terkadang mati di tengah jalan karena busi aus dan sebagainya

Pulang kerja pun kau masih sibuk menyetrika, menyiapkan makan malam, mencuci baju dan memotong sayuran untuk dimasak esok hari

Tapi kau masih sempat menemaniku belajar, menyiapkan keperluan sekolahku, mendengarkan ceritaku tentang teman-teman dan sekolah dan kita masih bisa menonton TV bersama

Memang bukan tugas utamamu lah untuk mencari nafkah, tapi aku tidak yakin bisa meraih pendidikan setinggi ini, jika bukan karena usahamu membantu ayah yang juga sudah bekerja sedemikian keras bahkan kadang di hari libur sekalipun

“Perempuan juga harus bekerja”, itulah yang selalu kau pesankan padaku, dan aku memang ingin begitu

Bukan hanya untuk uang, tapi karena banyaknya contoh di sekelilingku, saat sang suami tiada atau sakit, perempuanlah yang menjadi penopang keluarga.

Bekerjalah ibu, aku tidak apa-apa. Aku bisa menjadi anak yang lebih mandiri dan lebih berani.

Aku lebih berani berangkat sekolah sendiri, lebih berani ke bank sendiri, bahkan membantumu membayar tagihan PLN saat aku masih SD. Pengalaman itu terasa sangat-sangat berguna untukku saat aku tinggal jauh darimu.

Demi melihat lelah di matamu, aku jadi ingin membantumu sekedar yang aku bisa, menyapu rumah, mencuci piring, membeli telur di warung dekat rumah, atau memotong-motong sayuran yang akan kau masak

Aku selalu kagum dengan wawasanmu yang luas yang kau dapat dari seminar atau pelatihan di kantor atau bertukar info dengan teman-teman. Aku tidak ingin melihat ibu hanya ngerumpi dengan ibu-ibu tetangga, membicarakan gosip orang lain.

Jangan khawatir aku akan lebih dekat dengan mbak-mbak pengasuh, Bu. Aku tetap tau yang mana ibuku, aku juga tidak lantas menjadi anak pembangkang yang tidak menurut kata-katamu.

Aku tahu semua usaha, perjuangan dan kerja kerasmu sejak pagi buta hingga kami terlelap adalah demi kehidupan yang lebih baik bagi kami anak-anakmu.

Bekerjalah Bu, aku tidak apa-apa…

 

Persembahan untuk seluruh ibu pekerja atau working mom di seluruh dunia… All of you are strong and tough women. We love you and your spirit..

Image courtesy of [ stockimages] / http://www.freedigitalphotos.net

123 Tahun Bio Farma, Untuk Indonesia Untuk Dunia

Collage 2013-10-27 21_14_11

Di era modern seperti sekarang ini, hampir semua dari kita pernah divaksin.   Entah saat kita masih bayi, saat Sekolah Dasar atau saat akan menikah. Tapi mungkin tidak banyak yang tahu bahwa sejak 123 tahun yang lalu, telah berdiri pabrik vaksin di Indonesia yaitu PT Bio Farma. Hampir bersamaan dengan pengembangan vaksin rabies oleh Louis Pasteur di Perancis pada tahun 1885, Belanda mendirikan Parc Vaccinogene, yang merupakan cikal bakal PT Bio Farma, di Indonesia pada tahun 1890.

Tanggal 6 Agustus 1890, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Surat Keputusan mengenai pendirian Parc Vaccinogene atau Landskoepok Inrichting di Rumah Sakit Tentara Weltevreden di Batavia (sekarang RSPAD Gatot Subroto). Tahun 1923, seiring rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Bandung, lembaga ini dipindahkan ke jalan Pasteur nomer 28 Bandung dan berganti nama menjadi Landskoepok Inrichting en Instituut Pasteur. Pada saat  Jepang berkuasa, Jepang menguasai aset milik pemerintah Hindia Belanda termasuk Landskoepok Inrichting dan nama lembaga segera diubah menjadi Bandung Boeki Kenkyushoo.

Kegiatan lembaga ini sempat dipindah ke Klaten saat Bandung diduduki Belanda pada tahun 1946 sampai 1949. Dan padatahun 1950, kegiatan produksi vaksin dan sera kembali ke Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur di Bandung. Pada tahun 1955-1960, terjadi nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, termasuk lembaga ini yang kemudian oleh pemerintah Indonesia diubah namanya menjadi Perusahaan Negara Pasteur. Pada tahun 1961, melalui PP no. 80, namanya diubah lagi menjadi Perusahaan Negara Bio Farma. Kemudian tahun 1978 resmi menjadi Perusahaan Umum Bio Farma dan telah mengawali upaya transfer teknologi untukproduksi vaksin Polio dan Campak. Dua puluh tahun kemudian, melalui PP No. 1 tahun 1997, status perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang hingga saat ini dikenal dengan PT Bio Farma ( Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia, melalui Bio Farma, telah menjadi salah satu negara yang berada di barisan terdepan dalam penerapan program imunisasi dan riset vaksin. Beberapa bukti nyata sumbangsih Bio Farma bagi Indonesia adalah saat wabah cacar bopeng (smallpox) baru dinyatakan eradikasi atau terbasmi dari permukaan bumi tahun 1980, Indonesia sudah dinyatakan bebas penyakit cacar oleh tim independen di bawah koordinasi WHO sejak tahun 1974. Bukti lainnya adalah saat terjadi bencana tsunami Aceh di akhir tahun 2004, diakui oleh Prof. Umar Fachmi Achmadi dalam bukunya Imunisasi : Mengapa Perlu (2006), bahwa tak satu pun wabah penyakit menular muncul meskipun kondisi Aceh kala itu porak poranda dan menjadi tempat yang potensial untuk munculnya berbagai jenis penyakit menular. Vaksin Kolera yang telah diberikan sejak bertahun-tahun sebelumnya serta penyediaan air bersih, diyakini menjadi penyebab kesuksesan pencegahan penyakit kolera pasca tsunami. Tercatat bahwa pemerintah kolonial Belanda telah memberikan imunisasi gratis bagi rakyat menggunakan vaksin-vaksin produksi Bio Farma, sebagai satu-satunya produsen vaksin di Indonesia, sejak 2 Agustus 1910, dan berjalan hingga saat ini melalui posyandu di tingkat RT/RW. Begitu juga saat terjadi wabah polio akibat virus polio asal Nigeria yang terbawa oleh tenaga kerja yang baru kembali dari timur tengah di Sukabumi tahun 2005, Bio Farma dengan sigap segera mengalihkan pengiriman produk yang kala itu sedianya untuk tujuan ekspor menjadi untuk tujuan dalam negeri. Dengan kecepatan tersedianya vaksin inilah dapat menjadi tameng sehingga wabah ini tidak meluas ke daerah lain.

Bio Farma layak disebut sebagai BUMN yang memiliki posisi strategis di Indonesia. Dapat dibayangkan jika Indonesia tidak memiliki pabrik vaksin sendiri, kita tidak akan dapat mandiri dalam pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit menular yang bisa dengan cepat menembus batas antarnegara. Dengan tugas utamanya sebagai penyedia vaksin dan sera bagi kebutuhan rakyat Indonesia, Bio Farma tidak semata-mata mengejar keuntungan. Karena jika itu terjadi, Bio Farma akan lebih mengutamakan pemenuhan permintaan ekspor yang memberikan keuntungan lebih tinggi. Namun sejak dulu hingga sekarang, Bio Farma tetap konsisten mengutamakan kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

Bertahan hingga hampir satu seperempat abad bukanlah hal yang mudah bagi sebuah perusahaan. Berbagai dinamika naik turunnya suatu perusahaan pernah mewarnai perjalanan Bio Farma. Pernah mengalami masa keemasan saat dibawah pimpinan dr. A. H. Nijland dimana berbagai inovasi, peningkatan kualitas kinerja maupun kuantitas produk terjadi secara signifikan pada masa itu. Kemudian saat dipimpin oleh dr. L. Otten, lembaga ini berhasil naik ke tingkat lebih tinggi lagi dengan berhasil diproduksinya vaksin cacar kering yang tidak terpengaruh oleh tempat, jarak dan temperatur tropis sehingga pada tahun 1934, Departemen Kesehatan RI mencatat vaksin Otten ini mampu menurunkan kematian hingga 20% dari angka semula. Pada tahun itu pula ditemukan vaksin pes (sampar) yang kemudian dilakukan vaksinasi besar-besaran oleh pemerintah kolonial.

Namun kemudian terjadilah masa-masa krisis saat lembaga ini direbut oleh Jepang pada perang dunia II periode 1942 hingga 1945. Kemudian saat tentara sekutu dan NICA menduduki Bandung dan puncaknya saat peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946. Hanya berkat rahmat Allah-lah, lembaga ini tetap bertahan dari situasi genting tersebut. Kemudian di sekitar tahun 1980-an, Bio Farma mengalami semacam ketidak jelasan masa depan. Sebagai BUMN, jelas tidak berorientasi profit, sedangkan sebagai lembaga penelitian juga tidak tergambar dari susunan staf dan tenaga ahlinya. Bahkan saat itu reputasi Bio Farma sebagai pusat penelitian hilang dan hanya sekedar sebagai pembuat produk pesanan pemerintah, itupun belum mampu memenuhi semua kebutuhan negara. Ditambah lagi sudah tidak ada jaringan dengan Institut Pasteur sejak dinasionalisasi tahun 1950-an. Hingga kemudian Menteri Kesehatan menunjuk Drs. Darodjatun, MBA dan Drs. Djoharsyah Meuraxa sebagai Direktur Utama dan Direktur Pemasaran dan Keuangan pada Desember 1988. Pasangan ini melakukan berbagai perbaikan signifikan dari mulai kinerja produksi, pemasaran dan pendapatan. Ditambah lagi perbaikan teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang bioteknologi dan rekayasa genetika. Saat inilah nilai ekspor komoditas Bio Farma naik yang diikuti keuntungan perusahaan meningkat sehingga sembilan tahun kemudian tanggal 3 Februari 1997, status Bio Farma layak untuk menjadi Perseroan Terbatas (PT) hingga sekarang.

Pada tahun 2004, terjadilah suatu peristiwa pahit yang tidak akan dilupakan oleh semua orang di Bio Farma, saat Bio Farma dicabut dari daftar produsen vaksin (delisting) oleh WHO karena kealpaan catatan administratif di bagian Quality Assurance. Hukuman itu dirasa terlalu berat untuk kesalahan administrasi dan bukan karena mutu dari produk Bio Farma. Meskipun demikian, Bio Farma tetap mendapat dukungan dari sejumlah negara pengguna produk seperti Thailand dan India. Bahkan Perdana Menteri India mengajukan protes ke WHO agar produk Bio Farma tidak di-suspend. Selama setahun itu, omset Bio Farma turun hingga 40 persen akibat pelarangan ekspor. Tetapi produknya tetap bisa digunakan karena sudah mendapat sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Beruntung beberapa negara tetangga, antara lain Thailand dan India, tetap berkomitmen menggunakan produk Bio Farma. Apalagi India saat itu mengalami wabah polio sehingga membutuhkan vaksin polio dalam jumlah yang cukup banyak. Kejadian ini memberi pelajaran berharga bagi Bio Farma untuk melakukan perbaikan di bagian Quality Assurance serta lebih berhati-hati dan memperhatikan semua aspek bahkan hingga hal terkecil yang diperlukan untuk memenuhi standar internasional. Di akhir bulan September 2005 di Jenewa, Swiss, WHO mengumumkan bahwa Bio Farma kembali masuk dalam daftar produsen vaksin dunia dan boleh merilis kembali produk-produknya. Hal ini menjadi berita yang sangat menggembirakan, dan hingga sekarang produk dari Bio Farma telah memenuhi prakualifikasi WHO. Bio Farma juga telah bersertifikasi CPOB sejak 1994 dan kesalahan produknya bisa dibilang senantiasa nol (zero defect, error free). Hingga saat ini produk-produk Bio Farma telah digunakan di 123 negara di seluruh dunia mulai dari benua Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan Australia-Oceania. Termasuk negara-negara muslim yang tergabung dalam OKI, mempercayakan program vaksinasi mereka pada produk Bio Farma. Karena dari 57 negara Islam, baru lima negara yang memiliki industri vaksin, dan baru Bio Farma yang diakui WHO. Bio Farma juga menjadi produsen vaksin polio terbesar dengan memenuhi dua pertiga kebutuhan vaksin polio dunia.

Selama 123 tahun berdirinya, berbagai penghargaan baik dari dalam dan luar negeri telah diterima Bio Farma, antara lain The Arch of Europe pada tahun 2002, Platinum Award dari pemerintah Perancis, BUMN Award tahun 2002 dan 2004, Penghargaan Proper hijau pada tahun 2008, 2009 dan 2011 dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Zero Accident Award dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2008, 2009 dan 2010, penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebagai Eksportir Berkinerja pada tahun 2010, 2011 dan 2012. Hingga yang terbaru tahun 2012 mendapatkan Indonesia Green Company Award dari Majalah SWA, Anugerah Inovasi Jawa Barat 2012 dari Provinsi Jawa Barat, BUMN Marketing Awards dari majalah BUMN Track dan Indonesia PR of The Year dari Majalah MIX-SWA Group.

Berbagai prestasi dan kinerja yang telah diraih selama 123 tahun ini, tentulah sangat membanggakan. Namun tantangan yang akan dihadapi Bio Farma ke depan tentu juga semakin banyak. Berbagai kampanye hitam atau black campaign dari pihak-pihak antivaksin dan berbagai pertanyaan mengenai halal haram vaksin tentu dapat menjadi batu sandungan bagi keberhasilan program imunisasi terutama di Indonesia. Oleh karena itu Bio Farma mulai memperkenalkan diri kepada masyarakat melalui seminar-seminar untuk umum mengenai vaksin, memberi kesempatan kunjungan bagi sekolah dan institusi ke pabrik Bio Farma, menggunakan sarana social media untuk melakukan kampanye tentang vaksin serta menjalin kerja sama dengan negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI. Sehingga diharapkan masyarakat akan semakin mengenal Bio Farma sebagai produsen vaksin di Indonesia dan semakin sadar mengenai pentingnya vaksinasi.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-123 pada tahun ini, Peluncuran vaksin Pentabio yang merupakan vaksin kombinasi dari lima macam antigen yaitu difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B (Hep-B) dan Hib (Haemophylus Influenzae Type B) menjadi kado yang cantik bagi seluruh keluarga besar Bio Farma. Dengan penggabungan lima macam antigen dalam satu vaksin ini berbagai manfaat akan didapat, diantaranya dapat mengurangi angka kesakitan balita akibat disuntik berkali-kali, menghemat pemakaian jarum suntik dan orang tua tidak perlu berkali-kali ke dokter atau puskesmas untuk mengantar putra-putrinya vaksinasi.

Selamat ulang tahun Bio Farma yang ke-123 tahun. Semoga dapat menjadi perusahaan kelas dunia yang selalu mendedikasikan karya-karya terbaiknya bagi kesehatan masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.

(Sumber : Buku Sejarah Bio Farma “Dari Jalan Pasteur Untuk Dunia”, 2011)

Tips Jalan-Jalan Ke Karimunjawa

CYMERA_20130313_203628

Tips-tips ini saya susun berdasarkan pengalaman saya selama berada di Karimunjawa, untuk memudahkan teman-teman terutama buat mbak-mbak yang suka bingung milih barang atau baju apa aja yang mau dibawa kalau lagi pergi ke suatu tempat, apalagi jika kita belum pernah datang ke tempat tersebut. Kepulauan Karimunjawa terdiri dari beberapa pulau kecil yang akan kita kunjungi satu-persatu menggunakan perahu dengan jarak antar pulau sekitar 15-30 menit. Kunjungan berlangsung seharian, jadi otomatis hampir seharian kita bermain-main di laut.  Berikut ini tips-tips dari saya :

  1. Untuk pakaian, saat perjalanan antar pulau, teman-teman bisa mengenakan baju renang (yang berjilbab tentu saja menggunakan baju renang muslimah yang banyak dijual sekarang) selama perjalanan antar pulau tersebut. Kalau risih, bawalah kaos longgar yang bisa dipakai untuk merangkap baju renang saat kita di atas perahu atau di pantai. Lumayan agar tidak masuk angin juga hehe. Kalau tidak punya baju renang (seperti saya saat itu), pakai saja celana katun, jangan jeans karena akan berat dan atasan kaos. Untuk kaosnya, kenakan yang berwarna gelap karena yang berwarna cerah atau putih akan transparan saat terkena air. Kenakan sepatu/sandal karet yang banyak dijual saat ini agar nyaman
  2. Bawa minyak angin aromatherapy, benar-benar membantu mencegah mabuk laut baik sejak penyeberangan dari Jepara atau Semarang, dan saat diatas perahu antar pulau. Oleskan di leher dan hirup terus aromanya.
  3. Untuk beberapa perlengkapan yang perlu dibawa saat perjalanan antar pulau, bawalah perlengkapan sholat karena perjalanan akan melewati waktu sholat dhuhur dan ashar. Untuk wudhunya tentu saja gunakan air laut yang dijamin mensucikan. Bawa minyak arometherapy-nya,  snack dan minuman, karena snorkeling dan berlarian di pantai akan cukup menguras energi. Masukkan dalam tas kecil/ransel, lebih baik lagi kalau yang tahan air.
  4. Kondisi pulau : hampir semua pulau yang kita kunjungi adalah pulau-pulau tidak berpenghuni, jadi tidak ada toilet atau tempat ganti baju. Kalau kebelet pipis? Silahkan pikirkan sendiri caranya ya ^_^
  5. Kosmetik : gunakan tabir surya terus-terusan di seluruh tubuh sampai muka, itupun belum menjamin ga akan gosong hehe, tapi paling tidak menangkal efek buruk UV A dan UV B untuk kulit kan.
  6. Siapkan baju lebih dari jumlah hari kunjungan, atau bawa deterjen dan cuci  1 atau 2 baju yang digunakan di hari pertama.
  7. Siapkan hari cuti lebih 1 atau 2 hari juga, lebih baik pikir dua kali sebelum ke Karimunjawa kalau cutinya mepet.
  8. Poin 5 dan 6 adalah antisipasi jika kunjungan molor dari rencana karena ombak sedang tinggi atau peak season.
  9. Jika ada rencana kunjungan ke hutan mangrove di pulau Kemojan, jangan lupa membawa lotion anti nyamuk.
  10. Lebih baik bawalah uang agak lebih banyak dari perhitungan karena saat saya kesana 2011 lalu belum ada ATM.
  11. Ikutlah menjaga kekayaan alam terutama terumbu karang dan seluruh biota lautnya.

Itu beberapa tips dari saya, tentu saja bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan dan itinerary teman-teman. Selamat menikmati Karimunjawa dan semoga menjadi kesan tak terlupakan.

Untuk Orang-orang Yang Kita Sayangi

family

Saya baru saja menyelesaikan menonton serial dorama Jepang berjudul “Rich Man, Poor Woman” dan ada beberapa pesan yang saya dapat dari film ini. Tapi satu adegan di episode terakhir, benar-benar membekas di hati saya. Ceritanya begini, sang boss muda bernama Toru Hyuga sedang memberi semangat pada karyawannya setelah mereka berhasil bangkit dari bisnis yang sempat kolaps bahkan hampir diakuisisi perusahaan China. Toru Hyuga, dengan bersemangat, meminta para karyawan untuk selalu menambahkan unsur ‘humanity’ dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Maksudnya adalah, anggaplah setiap pekerjaan baik yang kita lakukan, akan dinikmati oleh orang-orang yang kita sayangi, tapi setiap pekerjaan yang buruk yang kita lakukan, juga akan berdampak buruk untuk mereka.

Misalnya nih, penjual es cendol pinggir jalan, akan menggunakan pewarna makanan,  gula asli, dan air matang, karena dia membayangkan bagaimana jika ada anak atau saudaranya yang ikut minum dan bisa sakit jika dia menggunakan bahan-bahan yang tidak seharusnya ada dalam makanan. Kemudian seorang kontraktor bangunan atau arsitek atau tekhnik sipil, akan membangun jembatan yang kokoh dan bertahan lama karena dia membayangkan betapa bangga anak cucunya jika bisa melihat hasil karyanya kelak dan bisa memanfaatkan jembatan itu untuk kehidupan yang lebih baik bagi orang banyak. Contoh lain lagi seorang pejabat, tidak akan menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya dirinya sendiri, karena membayangkan nasib bangsanya suatu saat kelak jika jatuh miskin, dan itu berarti anak cucunya juga merasakan getahnya. Seorang polisi lalu lintas juga akan menolak suap dari pengendara yang teledor dan ngebut karena membayangkan seandainya pengendara ngebut tersebut mencelakai keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Dan tentu saja masih banyak contoh profesi-profesi lain yang akan dikerjakan dengan sepenuh hati jika kita tahu pentingnya pengaruh pekerjaan itu, baik langsung maupun tidak langsung, untuk orang-orang yang kita cintai.

Jadi menurut saya, untuk dapat bekerja dengan baik, jujur dan bahagia, ada dua point penting yaitu yang pertama adalah keimanan dan ketaqwaan pada Allah bahwa setiap pekerjaan kita selalu dalam pengawasan Allah. Kemudian yang kedua, menjadikan orang-orang yang kita sayangi sebagai starting point untuk melakukan pekerjaan terbaik untuk kebahagiaan dan manfaat bagi sesama manusia, termasuk anak, cucu dan saudara-saudara kita.

Rangkuman Kajian ilmiah dan syariah vaksin

1028452_syringes_and_vial

Tulisan ini saya buat sebagai rangkuman dari kajian yang diselenggarakan oleh PT. Biofarma (Persero) tanggal 11 Juli 2012, dengan narasumber :

  1. dr. Djatnika Setiabudi, SpA(K)., MCTM (Trop Ped).
  2. dr. Novilia Sjafri Bachtiar, M. Kes.
  3. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag (Dosen Ushul al-fiqh di Fak. Syariah IAIN Imam Bonjol
  4. Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Akbar (Cendikiawan muslim)

Yang bisa saya rangkum adalah sebagai berikut :

Vaksin yang sempat diragukan kehalalannya adalah polio dan meningitis, hal ini karena dalam proses pembuatan vaksin tersebut ada “bersinggungan” dengan bahan yang tidak halal. Poinnya adalah hanya “bersinggungan” tapi tidak mengandung bahan yang tidak halal. Pak Gusrizal mengambil asumsi dari air PDAM (di kota-kota besar) yang kita minum pun mulanya dari air sungai yang bercampur dengan kotoran dan najis lain, tapi dengan pemurnian-pemurnian, airnya menjadi halal dan bisa kita minum. Demikian juga dengan vaksin yang sudah melalui tahap pemurnian.  Tapi ketua MUI Sumsel, HM. Sodikun, menganggap ini sebagai keadaan darurat sementara sampai didapatkan bahan baku lain yang halal, mengingat vaksinasi polio penting dan jika tidak diberikan malah bersifat fatal (dikutip dari http://beritapagi.co.id/read/2012/05/bahan-vaksin-polio-harus-diganti.html) . Semoga PT. Biofarma bisa segera mendapatkan metode pembuatan vaksin polio yang baru, sehingga lebih menentramkan hati kita semua ya.

Fyi, produk vaksin Biofarma sudah diekspor ke 118 negara dari Benua Amerika, Eropa, Asia, Afrika dan Australia & Oceania, yang didalamnya termasuk negara-negara Islam. Biofarma juga mensuplai 2/3 kebutuhan dunia akan vaksin polio loh.

Ada 3 negara yang sebelumnya mengharamkan vaksin yaitu Pakistan, Afganistan dan Nigeria, kemudian terjadi wabah polio sehingga fatwa haram vaksin kemudian ditinjau ulang.

Oleh Majelis Ulama Indonesia vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contoh : vaksin meningokokus haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji utk mencegah radang otak karena meningokokus (dari @infoimunisasi).

Sedangkan tentang propaganda dari pihak antivaksin bahwa vaksin adalah alat konspirasi negara barat sebagai bahan pemusnah umat, untuk depopulasi dan meningkatkan kasus kanker adalah tidak benar (oleh Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Akbar).

Data yang digunakan oleh para penentang vaksin :

  1. Data hanya dari situs penentang vaksin baik dari DN maupun LN. Faktanya situs internet di LN tidak berarti situs itu terpercaya karena dari LN pun penentang vaksin sudah ada sejak munculnya vaksinasi sekitar tahun 1800-an oleh Edward Jenner.
  2. Data dari pemerintah ditafsirkan sendiri misal jumlah yang mati karena imunisasi, kasus ikutan pasca imunisasi,dsbnya
  3. Data tidak konsisten, misalnya kasus kanker muncul setelah adanya vaksinasi. Faktanya, kasus kanker sudah tertulis sejak jaman Yunani dan Ibnu Sina, padahal vaksinasi baru ada tahun 1800-an.
  4. Vaksinasi merusak otak, faktanya ratusan ribu jemaah haji yang sudah divaksin tidak rusak otaknya.
  5. Tidak menggunakan semua dalil yang ada, yang diutamakan adalah dalil madu, habatussauda atau bekam. Faktanya, ahli kesehatan Muslim generasi awal juga mempelajari dan mengembangkan ilmu pengobatan lain dari Cina-Eropa.

Tapi tetap pada aplikasinya penggunaan vaksin harus selektif dan hati-hati, tidak asal kejar target jumlah anak yang divaksinasi oleh kader posyandu dengan tidak memperhatikan kondisi tubuh anak apakah sedang sehat atau tidak, yang bisa meningkatkan resiko kejadian ikutan pasca (KIP) vaksinasi. Oh iya, pemberian imunisasi juga bisa diberikan ke bayi / anak saat anak batuk pilek sedikit asal tidak demam.

Jadi jangan ragu untuk imunisasi keluarga kita termasuk kita sendiri ya.

Untuk yang ingin follow info seputar imunisasi bisa follow facebook : infoimunisasi atau twitter : @infoimunisasi .

Semoga berguna note-nya ya.